This is our welcome text.



Check it out!

No matter what your online project demands, whether it's an unforgettable user interface, a unique website design or a rich Internet application; your launch is our mission!



WELCOME.

WELCOME TO MY BLOG.
proud to be PGS student. #unforgottablenyuuyekk #12'sDegree #proudtobe9G
TWELVEDEGREE?
vanvan.fie.audrey.chelsea.brandon.ao.keju.bocil.gayus.okta.jt.grady

Friday, February 3, 2012

pasir dan batu;)


Sebuah cerita menceritakan ada dua orang teman sedang berjalanmelewati padang pasir. Di suatu titik dalam perjalannya, mereka saling berargumentasi, dan salah satu dari mereka menampar yang lainnya di wajah.
  Orang yang ditampar itu kesakitan, tetapi tanpa mengatakan apapun, ia menulis di pasir: "HARI INI TEMAN BAIKKU MENAMPARKU DI WAJAH."

Mereka terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah oase, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Salah satu dari mereka, yang pernah ditampar, terjebak di lumpur dan mulai tenggelam, namu temannya menyelamatkannya. Setelah berhasil keluar dari lumpur, ia menulis di batu: "HARI INI TEMAN BAIKKU MENYELAMATKANKU."
Teman yang menampar dan menyelamatkan teman baiknya bertanya, "Setelah aku menyakitimu, kamu menulisnya di pasir, dan sekarang kamu menulisnya di batu, kenapa?"
Temannya itu menjawab: "Saat seseorang menyakiti kita, kita harus belajar menulisnya di pasir sehingga angin pengampunan akan menghapusnya. Tetapi, ketika seseorang melakukan hal yang baik pada kita, kita harus mengukirnya di batu dimana angin tidak bisa menghapusnya."

warna persahabatan


Pada suatu hari, warna-warna di dunia mulai bertengkar.
Mereka semua mengklaim kalau mereka adalah yang terbaik
Paling penting.
Paling berguna.
Paling favorit.
Hijau berkata:
"Tentu saja aku adalah yang paling penting. Aku adalah tanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk rerumputan, pohon, dan daun. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah pedesaan dan kamu akan melihat bahwa aku adalah mayoritas.

Biru memotong:
"Kamu hanya berpikir tentang bumi, tetapi pikirkanlah langit dan lautan. Air-lah yang merupakan dasar kehidupan dan terbentuk oleh awan dari lautan yang dalam. Lnagit memberikan ruang, kedamaian, dan ketenangan. Tanpa kedamaianku, kamu semua bukan apa-apa."
Kuning tertawa:
"Kalian semua terlalu serius. Aku membawa tawa, keriangan, dan kehangatan kepada dunia. Matahari kuning, Bulan kuning, Bintang kuning. Setiap orang melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpaku, tidak akan ada kesenangan."
Oranye menyusul:
"Aku adalah warna dari kesehatan dan kekuatan. Aku mungkin saja menakutkan, tetapi aku berharga untuk menyediakan kebutuhan hidup manusia. Aku membawa banyak vitamin penting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga, dan pepaya. Aku tidak berada di sekitarmu terus menerus, tetapi ketika aku mengisi langit saat matahari terbit atau terbenam, kecantikanku sangatlah luar biasa sampai tak seorangpun akan memikirkan salah satu dari padamu."
Merah tidak dapat menahan diri lagi dan berteriak:
"Aku adalah penguasa dari kamu semua. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku mau bertarung demi membela sesuatu. Tanpa diriku, bumi akan kosong seperti bulan. Aku adalah warna gairah dan cinta, mawar merah, bunga poinsettia dan poppy."
Ungu berdiri:
Ia sangat tinggi dan berbicara dengan keras: "Aku adalah warna dari kekuasaan dan kekuatan. Raja, kepala, dan menteri selalu memilihku sebagai tanda otoritas dan kebijaksanaan. Orang-orang tidak mempertanyakanku! Mereka mendengar dan patuh."
Terakhir Nila berbicara,lebih tenang dari yang lain, tetapi dengan penuh determinasi: "Pikirkanlah aku. Aku adalah warna ketenangan. Kamu sulit memperhatikanku, tetapi tanpa aku kamu semua menjadi dangkal. Aku mewakili pemikiran dan refleksi, senja dan air dalam. Kamu membutuhkanku untuk keseimbangan dan perbedaan, untuk doa dan kedamaian hati."
Dan kemudian warna-warna itu terus membual, setiap mereka yakin akan superioritas mereka. Pertengkaran itu semakin keras dan keras. Tiba-tiba ada cahaya mengagetkan yang sangat terang dan petir menggelegar. Hujan mulai turun tanpa henti. Warna-warna itu meringkuk dengan takut, lalu saling mendekatkan diri untuk saling menenangkan.
Di tengah-tengah keributan itu, hujan mulai berbicara:
"Hei, kamu warna-warna bodoh, kamu bertengkar dengan sesamamu, mencoba untuk mendominasi semuanya. Tidakkah kamu tahu, masing-masing dari kamu dibuat untuk tujuan yang spesial, unik dan berbeda? Berpeganglah tangan satu sama lain dan datanglah padaku."
Melakukan seperti yang dikatakan, warna-warna itu bersatu dan berpegangan tangan.
Hujan melanjutkan:
"Mulai sat ini, saat hujan, masing-masing dari kamu akan membentang melintasi langit dalam sebuah busur warna besar sebagai sebuah peringatan bahwa kamu semua bisa hidup dalam damai. Pelangi adalah simbol harapan hari esok." Jadi, saat hujan membasahi bumi, dan pelangi muncul di langit, marilah kita selalu ingat untuk menghargai sesama kita.

anak kecil dan anak anjing;)


Seorang petani memiliki beberapa anak anjing yang ingin dijual. Ia lalu menulis sebuah iklan dan memakunya di tembok dekat halamannya. Saat ia hendak memalu paku terakhir di tembok, ia merasa seseorang menarik-narik celananya. Ia melihat ke bawah dan mendapati seorang anak kecil.
“Bapak,” ia berkata, “aku ingin membeli salah satu dari anak anjing itu.”
“Baiklah,” kata petani itu, sambil mengusap keringat di lehernya, “anak anjing ini berasal dari induk yang baik dan harganya cukup mahal.”
Anak itu menundukkan kepalanya sebentar. Kemudian ia merogoh kantongnya, mengambil seonggok uang receh, dan memberikannya kepada petani itu. “Aku punya 39 sen, apakah cukup untuk melihat anak-anak anjing itu?”
“Tentu saja,” kata petani tersebut.
Lalu si petani itu bersiul, “Sini, Abigail!” Panggilnya
Lalu keluarlah anjing tersebut dari rumah diikut dengan 4 anak anjing. Anak kecil itu menempelkan wajahnya di pagar. Ia tampak senang sekali.
Saat anjing-anjing itu berjalan ke arah pagar, anak kecil itu memperhatikan sesuatu yang bergerak di dalam rumah anjing. Pelan-pelan anak anjing yang lain muncul; yang satu ini terlihat lebih kecil daripada anak anjing yang lain. Dengan terpincang-pincang, anak anjing itu berusaha keras mengejar yang lain...
“Aku mau yang itu,” kata anak kecil itu, sambil menunjuk. Si petani berlutut di sisi anak kecil itu dan berkata, “Nak, kamu tidak akan suka dengan anak anjing itu. Ia tidak akan bisa berlari dan bermain denganmu seperti anjing yang lain.”
Mendengar itu, si anak kecil mundur selangkah dari pagar, mengulurkan tangan, dan mulai menggulung salah satu celana. Ia menunjukkan penahan besi yang melekatkan kedua lututnya dengan sepatu khusus. Ia kembali memandang si petani, sambil berkata, “Engkau lihat tuan, aku juga tidak bisa berlari, dan anak anjing itu membutuhkan seseorang yang bisa mengerti”

Aku akan membuatmu terbang:DD


Pada suatu hari, ada seorang anak laki-laki yang tumbuh di sebuah panti asuhan.
Anak laki-laki itu selalu berharap ia bisa terbang seperti burung. Sulit baginya untuk mengerti mengapa ia tidak bisa terbang. Ada banyak burung di kebun binatang yang lebih besar darinya, dan mereka bisa terbang.
"Kenapa aku tidak bisa?" Pikirnya. "Apakah ada yang salah denganku?" ia bertanya-tanya. 

 
Suatu hari... 
si anak yatim piatu yang ingin terbang itu melarikan diri dari panti asuhan. Ia sampai di sebuah taman ketika ia melihat seorang anak kecil yang tidak bisa berjalan dan berlari, di sebuah bak pasir.
Ia mendatangi anak kecil itu dan bertanya apakah ia ingin terbang seperti seekor burung.
"Tidak," kata anak kecil yang tidak bisa berjalan itu. "Tetapi aku ingin tahu bagaimana rasanya berjalan dan berlari seperti anak yang lain."
"Menyedihkan sekali." kata anak kecil yang ingin bisa terbang. "Apakah kita bisa berteman?" tanyanya.
"Tentu." kata anak kecil itu.
Dua anak kecil itu bermain selama beberapa jam. Mereka membuat istana pasir dan membuat suara-suara lucu dengan mulutnya. Mereka tertawa dengan keras. Kemudian ayah dari anak kecil itu datang menjemput anaknya dengan membawa sebuah kursi roda. Anak kecil yang ingin terbang itu lalu mendatangi ayah anak kecil itu dan membisikkan sesuatu di telinga.
"Boleh saja," kata lelaki itu.
Terbang Tanpa Sayap
Anak kecil yang ingin terbang seperti burung itu berlari ke teman barunya itu dan berkata, "Kamu adalah temanku satu-satunya dan aku berharap aku bisa membuatmu dapat berjalan lagi. Namun aku tidak bisa. Walaupun begitu, aku bisa melakukan sesuatu untukmu."
Anak yatim piatu itu berbalik dan menyuruh temannya untuk naik ke punggungnya. Ia kemudian mulai berlari melintasi rerumputan di taman. Cepat dan semakin cepat ia berlari, membawa anak yang lumpuh di punggungnya. Anginpun menerpa kedua wajah anak itu.
Ayah anak yang lumpuh itu mulai menangis, saat ia melihat anaknya mengepakkan tangannya naik turun di tengah hembusan angin, dan berteriak dengan keras,
"AKU TERBANG, PA. AKU TERBANG!"

LOVE.

LOVE.
love is CINTA;)